Konsistensi membaca di
blog, akan menimbulkan kecintaan terhadap menulis
Program Belajar
Menulis
Oleh : HINDUN,SP
Rabu, 4
Maret 2020, Pertemuan kedua lebih lambat dari waktu yang sudah direncanakan.
Dalam program belajar menulis bersama omjay dkk secara online. Grup wa ini
adalah grup gelombang ke 4.

Narasumber : Dedi Dwitagama
Materinya
adalah Merawat motivasi mengelola atau menulis di blog, sebagai narasumber
adalah bapak Dedi Dwitagama. Pada artikel yang ditulis salah seorang siswanya
adhillahaprianti dalam blognya tentang biodata pak dedi. Beliau adalah Praktisi
pendidikan yang kuliah dibidang matematika, namun mengajar Bimbingan konseling
di SMKN 50 Jakarta. Membaca deretan prestasi dan kegiatan beliau, mengagumkan.
Disela kesibukannya masih sempat menulis. Kata pak dedi “saya cuma memanfaatkan gadget ....
sbg bagian dari penduduk era 4.0 saya gunakan gadget untuk apa saja yang
bermanfaat, memberi contoh pada anak" dan murid" saya”. Beliau juga
aktif dimedsos terutama instagram (https://www.instagram.com/dwitagama/)
untuk menyalurkan hobi sebagai fotograper.
Pak dedi memulai menulis di blog tahun 2005 http://dwitagama.blogspot.com/ pada tahun 2007 pindah ke rumah baru di wordpress.com (https://dedidwitagama.wordpress.com/). Karena keaktifan menulis diblog,
tidak mengherankan jika omjay mempercayakan beliau sharing materi tentang Merawat motivasi mengelola atau menulis di
blog.
Kata
Pakdedi, saya menulis bisa kapan saja, sambil menunggu rapat, saat menjemput
anak, istri, di parkiran mengantar istri ke pasar, menunggu jadwal pesawat, ini
tulisan saya di kompasiana beberapa hari yll saat menjemput anak saya pulang
sekolah.
How come ? ssungguhnya saya mahluk
sosial, krn banyak story dari skill sosial saya, tapi karena saya miskin pengen
kuliah di PTN, membuat saya kesasar di jurusan matematika D3 IKIP Jakarta th
1984, kuliah sambil ikut teater, doyan lomba baca puisi, cerpen, nyanyi
keroncong .... hehehe
Setelah 15 tahun ternyata pak dedi masih
menulis di blog, skarang sudah mengelola 13 blog pribadi dan komunitas, ini
posting terakhir pak dedi kemarin di https://dedidwitagama.wordpress.com/2020/03/02/menghidupkan-pariwisata-dari-sekolah/
Dengan blog pak dedi merasa hal"
yang tak bisa diungkap di sekolah, di kelas bisa diungkap secara leluasa lewat
blog, termasuk hoby fotografi dia bisa display di
http://fotodedi.wordpress.com, sejak tahun 2005 dimana saat itu belum ada
instagram.
Rupanya blog sering digunakan oleh
jurnalis profesional yang punya artikel dan tak bisa di terbitkan di medianya
krn bertentangan dg missi media dimana dia bekerja, menulis di blog Pak dedi manfaatkan
sebagai promosi sekolah dan pekerjaan
sampingan , bisa dilihat di http://trainerkita.wordpress.com
Beberapa saran dari pak dedi tentang
hal-hal yang bisa ditulis diblog:
·
setelah
membuat kue atau menu masakan favorit, foto" hasilnya dan upload di blog
dg sedikit tulisan memperjelas, pasti ibu semangat
·
jika
anda punya cucu, setelah memandikan cucu, dandanin dia, foto dan upload ke blog
dg sdikit cerita ttg dia ... saat dia dewasa menemukan itu ... pasti bahagia
luar biasa
·
supaya
tak kena pasal ITE, jangan tulis nama asli dan lokasi asli .... gunakan nama
samaran dan lokasi samaran, kasusnya boleh persis, ini tulisan saya yg mirip
itu
https://www.kompasiana.com/dwitagama/5e4cb592097f360b146add02/di-negeri-paman-besut-boleh-berpura-pura-miskin,
dan mengejutkan ternyata jadi artikel pilihan redaktur kompasiana, bangga mode
on.
·
saat
berpenampilan maksimal dengan pasangan di gedung resepsi, boleh lah diupload
dengan sedikit cerita, jika pasangan anda tahu ... dia pasti sukaaa
·
jangan
takut bunda .... kalo ibu kita takut, beliau tak akan mengandung dan melahirkan kita .... berani ajaaaa,
perhatikan blog" orang lain, nanti kita akan tahu triknya, nulis deh denga
perasaan aman dan nyaman
·
kalo
mau yg gampag ga bikin was was, setiap anda kuliner makan apa saja dimana saja
atau jalan" sendiri dan bareng keluarga posting aja foto" dan sedikit
penjelasannya di blog, aman deh .... paling orang" bilang dirimu pamer
makan" terus ... tapi gapapa jugaaaa kan blog nya blog kita sendiri cuekin
ajaaaa, saya upload foto saya lagi ngapain aja, termasuk saat nunggu khotib
memulai khotbah jumatan, see https://fotodedi.wordpress.com/
·
jika
sedang tidak punya ide, sy membaca blog orang lain di kompasiana, wordpress,
dsb ... lakukan ATM, amati, tiru dan modifikasi ... jadi deh satu tulisan baru,
ala ala kitaaa sendiri
·
posting
tentang sekolah dengan foto sekolah anda dari berbagai sudut pandang plus
cerita" bagus yg pernah ada, spy bisa dibaca orang lain dan dikenang lama,
happy deh
·
jika
ide yg muncul atau ada keperluan posting bahan ajar, silahkan ... lakukan aja
sesuai mood saat itu, saat plajaran sudah selesai dan ibu sedang liburan,
posting ttg liburan, saat happy lihat tumbuhan di rumah yg buahnya lebat, foto
dan posting aja ... sabeeeeb kalo kata anak skarang
·
nah,
cerita lucu teman kita juga bisa kita tulis dengan mengganti nama" yg
terlibat, biar dibaca oleh anak" muda aktifis stand up komedi untuk bahan
open mic or manggung dimana-mana, mereka dapat rejeki, kita dapat pahala
kebaikan
Manfaat menulis diblog sangat luar
biasa bagi pak dedi gegara nulis di
blog, beliau diundang kesana kemari, bahkan pd 2008 sempat hadir di 181 forum
seminar, yg honornya bisa buat membeli satu unit mobil lebih 200 juta, see https://trainerkita.wordpress.com/2019/12/31/kaleidoskop-2019-29-kali-presentasi/
"Gajah mati meninggalkan gading, harimau
mati meninggalkan belang”
itu peribahasa yang cuma kita baca
dan hafal tapi jarang diterapkan oleh guru, sehingga guru atau anda sering
dilupakan oleh orang lain .... blog bisa jadi jejak yang bisa kita tinggalkan
dan bertahan puluhan tahun, gratis pulaaaa, kata pak dedi.
Bayangkan bhw yg baca tulisan kita
itu berbagai latar blakang, jadi kita akan berusaha menulis dg cara yg mudah
dimengerti oleh siapa saja, lewat pembiasaaan itu akan jadi mudah, ngalir
begitu saja.
Pak dedi menganalogikan facebook itu
spt mall besar yang banyak dikunjungi orang, dan ketika mau mencari sesuatu
seseorang harus masuk ke toko satu persatu, sementara blog itu seperti toko
kita sendiri yang kita antar langsung ke pembaca lewat HP atau laptop, dan
pembaca langsung masuk ke toko kita tanpa larak lirik ke toko lain, dikopi aja
tulisan di facebook, sertakan foto lalu upload di blog shg ada dua tulisan ttg
satu ide, bisa disimak oleh makin banyak orang. alhamdulillah .... mari nulis
terus, dari pada ngegibah ... dosa, dapet neraka .... nulis di blog membuat
saya dapat tiket dan kamar hotel keliling Indonesia dan beberapa negara di
dunia.
Kata Pak dedi ,”Juli 2012 pernah
menulis 102 posting, see https://dedidwitagama.wordpress.com/2012/07/, itu
artinya sehari sy bisa menulsi 3 artikel , zaman itu wordpress belum bisa
schedule ... skarang jika sedang mood dan ada kesempatan sy bisa menulis 7
artikel dan sy jadwalkan terbit 7 minggu ke depan, sminggu skali aja cukup, shg
dua bulan ke depan andai sy kering ide posting baru saya tetap muncul, jika mau
membuat buku (sebenarnya sudah ada yg menawarkan menerbitkan tulisan saya) tapi
saya belum mood untuk mengelompokkan tulisan saya sesuai topik dan diterbitkan,
next time insya allah”
Blog bisa jadi cara kita memberi
manfaat buat alam semesta dengan mengabarkan kebaikan (walau satu posting), dan
kebaikan kita itu akan selalu berbalas, tinggal tunggu waktu nya aja ... untuk
bisa konsisten menulis di blog, rajin"lah mengunjungi blog orang lain dan
memodifikasi posting yg kita baca dg gaya menulis kita sendiri, di era industri
4.0 blog bisa untuk personal branding diri kita, jika tulisan kita bermanfaat
buat org lain maka itulah sebaik-baiknya manusia ... bermanfaat buat sesama dan
alam semesta.
Kesimpulan : menulislah, apa saja,
kapan saja, dimana saja, dan posting, bacalah tulisan orang lain untuk membuka
pikiran kita, bahwa di atas langit masih ada langit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar