Rabu, 04 Maret 2020


Konsistensi membaca di blog, akan menimbulkan kecintaan terhadap menulis
Program Belajar Menulis
Oleh    : HINDUN,SP



            Rabu, 4 Maret 2020, Pertemuan kedua lebih lambat dari waktu yang sudah direncanakan. Dalam program belajar menulis bersama omjay dkk secara online. Grup wa ini adalah grup gelombang ke 4.
Description: https://dedidwitagama.files.wordpress.com/2007/06/a-dedi-orange.jpg?w=820
Narasumber : Dedi Dwitagama
            Materinya adalah Merawat motivasi mengelola atau menulis di blog, sebagai narasumber adalah bapak Dedi Dwitagama. Pada artikel yang ditulis salah seorang siswanya adhillahaprianti dalam blognya tentang biodata pak dedi. Beliau adalah Praktisi pendidikan yang kuliah dibidang matematika, namun mengajar Bimbingan konseling di SMKN 50 Jakarta. Membaca deretan prestasi dan kegiatan beliau, mengagumkan. Disela kesibukannya masih sempat menulis. Kata pak dedi “saya cuma memanfaatkan gadget .... sbg bagian dari penduduk era 4.0 saya gunakan gadget untuk apa saja yang bermanfaat, memberi contoh pada anak" dan murid" saya”. Beliau juga aktif dimedsos terutama instagram (https://www.instagram.com/dwitagama/) untuk menyalurkan hobi sebagai fotograper.
Pak dedi memulai menulis di blog tahun 2005 http://dwitagama.blogspot.com/ pada tahun 2007  pindah ke rumah baru di wordpress.com (https://dedidwitagama.wordpress.com/). Karena keaktifan menulis diblog, tidak mengherankan jika omjay mempercayakan beliau sharing materi tentang Merawat motivasi mengelola atau menulis di blog.
            Kata Pakdedi, saya menulis bisa kapan saja, sambil menunggu rapat, saat menjemput anak, istri, di parkiran mengantar istri ke pasar, menunggu jadwal pesawat, ini tulisan saya di kompasiana beberapa hari yll saat menjemput anak saya pulang sekolah.
How come ? ssungguhnya saya mahluk sosial, krn banyak story dari skill sosial saya, tapi karena saya miskin pengen kuliah di PTN, membuat saya kesasar di jurusan matematika D3 IKIP Jakarta th 1984, kuliah sambil ikut teater, doyan lomba baca puisi, cerpen, nyanyi keroncong .... hehehe
Setelah 15 tahun ternyata pak dedi masih menulis di blog, skarang sudah mengelola 13 blog pribadi dan komunitas, ini posting terakhir pak dedi kemarin di https://dedidwitagama.wordpress.com/2020/03/02/menghidupkan-pariwisata-dari-sekolah/
Dengan blog pak dedi merasa hal" yang tak bisa diungkap di sekolah, di kelas bisa diungkap secara leluasa lewat blog, termasuk hoby fotografi dia bisa display di http://fotodedi.wordpress.com, sejak tahun 2005 dimana saat itu belum ada instagram.
Rupanya blog sering digunakan oleh jurnalis profesional yang punya artikel dan tak bisa di terbitkan di medianya krn bertentangan dg missi media dimana dia bekerja, menulis di blog Pak dedi manfaatkan sebagai promosi sekolah  dan pekerjaan sampingan , bisa dilihat di http://trainerkita.wordpress.com
Beberapa saran dari pak dedi tentang hal-hal yang bisa ditulis diblog:
·         setelah membuat kue atau menu masakan favorit, foto" hasilnya dan upload di blog dg sedikit tulisan memperjelas, pasti ibu semangat
·         jika anda punya cucu, setelah memandikan cucu, dandanin dia, foto dan upload ke blog dg sdikit cerita ttg dia ... saat dia dewasa menemukan itu ... pasti bahagia luar biasa
·         supaya tak kena pasal ITE, jangan tulis nama asli dan lokasi asli .... gunakan nama samaran dan lokasi samaran, kasusnya boleh persis, ini tulisan saya yg mirip itu https://www.kompasiana.com/dwitagama/5e4cb592097f360b146add02/di-negeri-paman-besut-boleh-berpura-pura-miskin, dan mengejutkan ternyata jadi artikel pilihan redaktur kompasiana, bangga mode on.
·         saat berpenampilan maksimal dengan pasangan di gedung resepsi, boleh lah diupload dengan sedikit cerita, jika pasangan anda tahu ... dia pasti sukaaa
·         jangan takut bunda .... kalo ibu kita takut, beliau tak akan mengandung  dan melahirkan kita .... berani ajaaaa, perhatikan blog" orang lain, nanti kita akan tahu triknya, nulis deh denga perasaan aman dan nyaman
·         kalo mau yg gampag ga bikin was was, setiap anda kuliner makan apa saja dimana saja atau jalan" sendiri dan bareng keluarga posting aja foto" dan sedikit penjelasannya di blog, aman deh .... paling orang" bilang dirimu pamer makan" terus ... tapi gapapa jugaaaa kan blog nya blog kita sendiri cuekin ajaaaa, saya upload foto saya lagi ngapain aja, termasuk saat nunggu khotib memulai khotbah jumatan, see https://fotodedi.wordpress.com/
·         jika sedang tidak punya ide, sy membaca blog orang lain di kompasiana, wordpress, dsb ... lakukan ATM, amati, tiru dan modifikasi ... jadi deh satu tulisan baru, ala ala kitaaa sendiri
·         posting tentang sekolah dengan foto sekolah anda dari berbagai sudut pandang plus cerita" bagus yg pernah ada, spy bisa dibaca orang lain dan dikenang lama, happy deh
·         jika ide yg muncul atau ada keperluan posting bahan ajar, silahkan ... lakukan aja sesuai mood saat itu, saat plajaran sudah selesai dan ibu sedang liburan, posting ttg liburan, saat happy lihat tumbuhan di rumah yg buahnya lebat, foto dan posting aja ... sabeeeeb kalo kata anak skarang
·         nah, cerita lucu teman kita juga bisa kita tulis dengan mengganti nama" yg terlibat, biar dibaca oleh anak" muda aktifis stand up komedi untuk bahan open mic or manggung dimana-mana, mereka dapat rejeki, kita dapat pahala kebaikan
Manfaat menulis diblog sangat luar biasa bagi pak dedi  gegara nulis di blog, beliau diundang kesana kemari, bahkan pd 2008 sempat hadir di 181 forum seminar, yg honornya bisa buat membeli satu unit mobil lebih 200 juta, see https://trainerkita.wordpress.com/2019/12/31/kaleidoskop-2019-29-kali-presentasi/
 "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang”
itu peribahasa yang cuma kita baca dan hafal tapi jarang diterapkan oleh guru, sehingga guru atau anda sering dilupakan oleh orang lain .... blog bisa jadi jejak yang bisa kita tinggalkan dan bertahan puluhan tahun, gratis pulaaaa, kata pak dedi.
Bayangkan bhw yg baca tulisan kita itu berbagai latar blakang, jadi kita akan berusaha menulis dg cara yg mudah dimengerti oleh siapa saja, lewat pembiasaaan itu akan jadi mudah, ngalir begitu saja.
Pak dedi menganalogikan facebook itu spt mall besar yang banyak dikunjungi orang, dan ketika mau mencari sesuatu seseorang harus masuk ke toko satu persatu, sementara blog itu seperti toko kita sendiri yang kita antar langsung ke pembaca lewat HP atau laptop, dan pembaca langsung masuk ke toko kita tanpa larak lirik ke toko lain, dikopi aja tulisan di facebook, sertakan foto lalu upload di blog shg ada dua tulisan ttg satu ide, bisa disimak oleh makin banyak orang. alhamdulillah .... mari nulis terus, dari pada ngegibah ... dosa, dapet neraka .... nulis di blog membuat saya dapat tiket dan kamar hotel keliling Indonesia dan beberapa negara di dunia.
Kata Pak dedi ,”Juli 2012 pernah menulis 102 posting, see https://dedidwitagama.wordpress.com/2012/07/, itu artinya sehari sy bisa menulsi 3 artikel , zaman itu wordpress belum bisa schedule ... skarang jika sedang mood dan ada kesempatan sy bisa menulis 7 artikel dan sy jadwalkan terbit 7 minggu ke depan, sminggu skali aja cukup, shg dua bulan ke depan andai sy kering ide posting baru saya tetap muncul, jika mau membuat buku (sebenarnya sudah ada yg menawarkan menerbitkan tulisan saya) tapi saya belum mood untuk mengelompokkan tulisan saya sesuai topik dan diterbitkan, next time insya allah”
Blog bisa jadi cara kita memberi manfaat buat alam semesta dengan mengabarkan kebaikan (walau satu posting), dan kebaikan kita itu akan selalu berbalas, tinggal tunggu waktu nya aja ... untuk bisa konsisten menulis di blog, rajin"lah mengunjungi blog orang lain dan memodifikasi posting yg kita baca dg gaya menulis kita sendiri, di era industri 4.0 blog bisa untuk personal branding diri kita, jika tulisan kita bermanfaat buat org lain maka itulah sebaik-baiknya manusia ... bermanfaat buat sesama dan alam semesta.
Kesimpulan : menulislah, apa saja, kapan saja, dimana saja, dan posting, bacalah tulisan orang lain untuk membuka pikiran kita, bahwa di atas langit masih ada langit.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar